Sabtu, 18 Juli 2009

Renungku

Satu kata, terujar dari bibirku
dan satu ujaran terucap dari mulutku
marah, ya aku marah, terhadap diriku
yang membuat dia, berkata marah
yang membuat dia emosi
dan.....
air mata menetes.

aku terdiam, harus berkata apa
aku tersedak
harus mengucap apa
karena kata-katku telah tertelan
suaraku terbenam
oleh emosi yang membakar
yang membuat dia
dan aku
bagai hilang keseimbangan.

dalam diamku kuberkata
kalau saja dia mengerti isi hatiku
sehingga aku tidak terlena
dalam kesendirian
dan, dalam lamunanku
aku berbisik,
maafkan aku, tersenyumlah berlianku.

hatiku merenung,
kalau saja renunganku dapat menghatar cintaku
kalau saja renunganku
memeluk dia dengan kasih sayangku
aku akan tenang,
dan mengatakan, biarlah sudah
yang lalu telah berlalu.

dalam renunganku,
apakah cinta lebih membahagiakan,
atau kasih sayang yang merajut kesetiaan?
dalam perenunganku,
adakah cinta akan pupus
oleh waktu dan tempat
yang jauh memisahkan
tanpa kabar
tiada berita,
yang harus memisahkan cinta
pun kasih sayang
anatara dia dan aku?

ada satu,
jawaban renunganku,
tidak ada cinta dan kasih sayang
yang memutus dia dan aku
tak ada dendam yang dapat mengubur kesetiaan
oleh janji yang pernah terucap
cintaku tidak pudar seperfti cintamu yang bersinar
cintaku tidak kan hilang
oleh kesetiaan yang taak pernah usang.










Fara Aynurul Azmi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar